Headline

Empat Perusahaan Berstatus Sengketa Lahan

Fitriani | Sabtu, 01 Juni 2013 - 19:39:13 WIB | dibaca: 274 pembaca

MUARA TEBO - Sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat dan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Tebo sepertinya tak pernah selesai. Bahkan hingga tahun 2013 ini masih saja ada pengaduan dan keluhan masyarakat kepada Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Tebo, terkait persolan tersebut.
 
Data yang dihimpun dari Disbun Tebo tahun 2013 menunjukkan, saat ini ada 4 kasus sengketa lahan yang terjadi antara masyarakat dengan perusahaan perkebunan yaitu, PT. Regunas Agri Utama (RAU), PT. Tunjuk Langit Sejahtera (TLS), PT. Persada Haripan Kahuripan (PHK) dan PT Tebo Indah (TI).
 
Hal itu diaktakan Rafiq, Kabid Bina Usaha di Disbun Tebo. Dijelaskannya, persoalan yang terjadi antara PT. RAU dengan masyarakat karena adanya pengklaiman lahan di areal izin Hak Guna Usaha (HGU) milik PT. RAU yang diakui milik H. Husin Ahmad dan H. Suhai. Sementara, kelompok Tumiran yang juga mengklaim dan mengakui lahan yang sama. 

”Selain itu juga masyarakat yang merasah menyerahkan tanah kepada pihak perusahaan, hingga saat ini belum mendapatkan bagian kaplingan tanah,” ujarnya. 

Lanjutnya, persoalan yang terjadi antara PT. TLS dengan masyarakat, akibat belum jelasnya pembagian lahan kepada masyarakat. 

”Lahan dari  PT. TLS dikonversikan kepada masyrakat, pembagian lahannya belum jelas. Namun masyarakat sudah banyak yang menduduki lahan konversi tersebut. Sementara sertifikat tanahnya belum ada,” papar Rafiq.
 
Diteruskannya, konflik yang terjadi pada PT. PHK terkait batas wilayah antara Desa Peninjauan Kabupaten Batanghari dengan Desa Tuo Ilir yang berada di Kabupaten Tebo.
 
“Warga Desa Peninjauan mengaku tanah itu milik mereka, sementara Warga Desa Tuo Ilir juga mengaku sudah menyerahkan tanah itu kepada pemilik perusahaan,” tuturnya.
 
Mengenai PT. TI, lanjut Rafiq, ada beberapa HGU yang dikuasai oleh perusahaan terhadap lahan milik masyarakat, sementara masyarakat sendiri tidak merasa menyerahkan lahan mereka kepada pihak perusahaan.
 
Saat ditanya mengenai penyelesaian sengketa tersebut, Rafiq mengatakan, pihaknya sudah beberpakali memfasilitasi pihak perusahaan dengan masyarkat untuk melakukan mediasi. Dengan harapan, adanya jalan keluar untuk penyelesaian sengketa tersebut.
 
“Mediasi sudah kita lakukan, bahkan kita juga sudah turun langsung kelapangan untuk mengcrosscek kondisi yang sebenarnya. Kita juga bekerjasama dengan pihak-pihak yang terkait seperti Dinas Kehutanan dan BPN Kabupaten Tebo untuk mencari solusi dan menyelesaikan sengketa itu,” pungkasnya. (ial)










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)